Postingan

Berbahaya, Jembatan Darurat di Jalan Nasional Bengkulu Tak Kunjung di Perbaiki

Gambar
BARAK, (Bengkulu)- Hingga menjelang akhir Tahun Anggaran 2021 ini, setidaknya terdapat dua jembatan yang berada pada ruas jalan nasional di Provinsi Bengkulu, yang masih berupa jembatan darurat, dan tak kunjung diperbaiki. Hal ini membuat masyarakat menyangsikan kemampuan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) dan jajaran dalam penyelenggaraan jalan dan jembatan nasional di Bengkulu. Dua jembatan yang kini dalam kondisi memperihatinkan itu berada di Desa Tunggang dan Desa Pondok Suguh, Kecamatan Pondok Suguh. Mirisnya, tak hanya dua jembatan darurat yang berada dalam kondisi memperihatinkan, namun ada pula jembatan yang sudah mulai dibangun sejak TA 2018, namun hingga kini pembangunannya belum juga tuntas (mandeg-red). Alhasil, sejak tahun 2018 hingga September 2021 ini, para pengguna jalan masih harus bertarung nyawah melintasi jembatan darurat yang kondisinya memperihatinkan, di Air Punggur, Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko. Dan kondisi seperti itu dipresdiksi masih akan b...

Sengkarut Kepentingan Hancurkan Jenjang Karier

Gambar
Oleh: Danil's "SIAPA memuja pasti di puja, tak pandai memuja bersiaplah terjungkal". Tak ada lagi yang takut akan tajamnya pedang kekuasaan, yang setiap saat bisa membelah dari pucuk rambut hingga ujung kaki. Bagi pemikir, kekuasaan hanyalah amanah yang wajib diemban dari sang pemberi kuasa. Namun bagi yang tak berpikir, kekuasaan adalah kesempatan untuk mengeruk segala serakah walaupun harus menuai serapah. Kekhawatiran akan munculnya gambaran penggunaan kekuasaan tidak pada tempatnya, belakangan menguap dari beberapa rekan bincang di jajaran Kementerian PUPR. Ada yang memandang, kebijakan tentang jenjang karier para pejabat ditingkat pelaksanaan, belumlah murni karena kapasitas (kredibilitas-red). Unsur "kekeluargaan" (koneksi-red) masih menjadi momok yang perlu diwaspadai untuk menjamin jenjang karier benar berjalan pada rel yang tepat. Meski ringan dan santai, namun beberapa rekan bincang jelas mengindikasikan ada yang kurang tepat dengan kebijakan oknum pim...

Ganti Pejabat Penyelenggara Jalan Nasional di BPJN Kalsel Mendesak

Gambar
Catatan Redaksi SEJAK awal 2020 hingga akhir triwulan ke-3 Tahun Anggaran 2021 ini, keluhan akan kerusakan jalan nasional di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin mengemuka. Keluhan itu bukanlah tanpa dasar, mengingat semakin bertambahnya jumlah kerusakan dari hari ke hari, seperti yang terjadi pada ruas jalan nasional Gubernur Syarkawi meskipun saat ini tengah dibangun menggunakan anggaran Rp 174 miliar lebih. Selain itu, ada pula kerusakan pada jalan nasional Sungai Buluh, di Kecamatan Labuan Amas Utara, Hulu Sungai Tengah (HST), dan kerusakan pada ruas jalan nasional di Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel. Ironisnya, di dua lokasi kerusakan ini tidak terdapat rambu-rambu peringatan sebagai penanda bagi masyarakat pengendara agar terhindar dari kecelakaan, selain tanda peringatan seadanya hasil inisiatif warga sekitar menggunakan barang bekas. Alhasil, banyak pengendara yang menjadi korban kecelakaan. Tanpa mengurangi rasa hormat atas usah...

Makan Banyak Korban, Lubang Menganga di Jalan Nasional Kalsel Ditandai Karung Bekas

Gambar
BARAK, (Kalsel)- Belum juga kelar persoalan kerusakan jalan Gubernur Syarkawi dan Sungai Buluh, kini kerusakan yang terjadi pada ruas jalan nasional di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menjadi menjadi sorotan publik. Tak kalah memperihatinkan dengan jalan Gubernur Syarkawi dan Sungai Buluh, kerusakan yang terdapat pada ruas jalan nasional di Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel justeru memakan separuh badan jalan. Kondisinya semakin diperparah dengan ketiadaan rambu peringatan disekitar lokasi kerusakan, yang dapat menjadi penanda bagi para pengendara untuk berhati-hati. Alhasil, banyak sudah korban yang berjatuhan. Sebagai penanda agar pengendara dapat berhati-hati, warga berinisiatif memberi tanda dengan karung dan ban bekas. Selain lubang menganga yang melintang ditengah badan jalan,  separuh badan jalan lainnya juga sudah menunjukan indikasi penurunan setempat (ambrol). Tak hanya kendaraan roda dua, kendaraan roda empat...
Gambar
 Tiga Tahun Berturut-Turut Diperbaiki, Jalan Nasional Sungai Buluh Rusak Lagi BARAK, (Kalsel)- Kondisi kerusakan yang terdapat pada ruas jalan nasional Sungai Buluh, di Kecamatan Labuan Amas Utara, Hulu Sungai Tengah (HST) semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, jalan yang rusak berupa bergelombang dan ambles itu sangat membahayakan masyarakat pengendara. Kondisi semakin diperparah dengan ketiadaan rambu-rambu peringatan disekitar lokasi jalan yang rusak. Terlebih dengan tidak adanya lampu penerangan saat malam hari. "Kalau lewat sini harus ekstra hati-hati. Selain bergelombang, banyak titik ambles (penurunan setempat)," ungkap Nor Fikriah,  salah seorang pengendara roda dua yang melintas dilokasi, Selasa (21/09/2021). Warga Hulu Sungai Utara (HSU)  yang rutin setiap weekend melintasi ruas jalan tersebut menyebutkan, kerusakan pada ruas jalan itu sudah terjadi sejak sekitar dua bulan yang lalu. "Saya lihat rusaknya sudah lama. Dulu ada rambu peringatan, tapi sekarang sudah ti...

Tiga Surat Polda Belum Juga di Gubris BPK

Gambar
Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan Ir Sutami Rp 60 Miliar BARAK, (Lampung)- Kinerja Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, meski sudah tiga kali Polda Lampung mengirimkan surat permintaan audit terhadap paket proyek jalan nasional Ir Sutami-Sribawono Lampung Timur yang diduga merugikan keuangan negara hingga sekitar Rp 60 miliar, namun belum juga menggerakkan BPK untuk menurunkan tim auditnya. Alhasil, hingga kini Polda belum juga menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi di BPJN Lampung tersebut, lantaran masih menunggu hasil audit BPK untuk kepastian nilai kerugian negaranya. Direskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Arie Rachman Nafirin mengungkapkan, sebenarnya BPK sudah menanggapi surat permintaan audit dari pihaknya, namun hingga kini belum ada kepastian kapan BPK akan turun. "BPK menanggapi surat permintaan audit dan setuju untuk mengaudit," ujar Arie, Minggu (19/09/2021). Arie juga menjelaskan, pihaknya sudah tiga kali mengirimkan ...

Inspektorat Perlu Kroscek Paket Jl Gubernur Syarkawi Rp 174 Miliar

Gambar
BARAK, (Kalsel)- Dugaan amburadulnya pemasangan batu siring pada paket pekerjaan jalan nasional Gubernur Syarkawi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diminta menjadi perhatian serius semua pihak terkait. Pasalnya, jika dibiarkan, maka kesalahan pada pekerjaan siring dapat mengakibatkan kegagalan konstruksi yang lebih besar pada bagian konstruksi jalan yang lainnya. "Kami harap Inspektorat responsif dengan menurunkan Tim khusus untuk mengecek kebenaran informasi dilapangan. Dasarnya jelas, pemasangan batu siring tidak menggunakan adukan semen dan langsung di cor," ujar Kornas Barak, Danil's, Selasa (21/09/2021). Menurut Danil's, alasan pengawas pekerjaan yang menggunakan dalih kekurangan stok semen pada saat pemasangan batu siring dilaksanakan, tidak bisa diterima akal sehat. "Kalau memang kekurangan material, kenapa pemasangan batunya dipaksakan," imbuhnya. Begitu pula dalih kualitas pekerjaan akan terjamin lantaran yang mengerjakan proyek itu adalah per...