Postingan

Jalan Nasional Jateng & DIY Siap H-10 Lebaran

Gambar
BARAK, (Jateng)- Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY dan jajaran terus mengejar kondisi kemantapan jalan jelang arus mudik dan balik lebaran (Idul Fitri 1444 H). Diantara ruas yang menjadi fokus perbaikan saat ini, yakni jalan Pemuda dan jalan S Parman di Banjarnegara, serta ruas Wates-Yogyakarta. Perbaikan pada ruas jalan Pemuda dan S Parman sendiri kini terfokus sepanjang 2 Km. "Fokus perbaikan pada badan jalan yang berlubang, retak dan bergelombang. Kita keruk dan kita tutup kembali dengan bahan material yang sama setebal 6 Cm," ungkap Brian, pengawas lapangan perbaikan jalan nasional di Banjarnegara. Ia memastikan, pekerjaan itu bisa dirampungkan jelang arus mudik, yakni H-10 lebaran. Sementara untuk perbaikan pada ruas Wates-Yogyakarta, kini tengah dikebut diwilayah Kabupaten Kulonprogo. Ruas Wates-Yogyakarta sendiri merupakan akses penghubung Jateng dengan Yogyakarta dari sisi selatan. Pelaksana proyek menambah durasi jam kerja, untuk mengejar kema...

BPJN Babel Gelar Survey Kepuasan Publik

Gambar
BARAK, (Babel)- Berbagai cara dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung (Babel) demi mencapai kualitas pelayanan maksimal terjadap masyarakat pengguna jalan. Setelah sebelumnya berhasil menyelesaikan pembangunan jalan dan jembatan jauh sebelum waktu kontrak berakhir, bahkan dengan kualitas diatas rata-rata, kini BPJN Babel dan jajaran menggelar survey kepuasan publik atas penyelenggaraan jalan dan jembatan nasional di Provinsi Serumpun Sebalai tersebut. "Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik, kami tengah menggelar survey indeks kepuasan masyarakat atas pelayanan publik Semester I tahun 2023." Demikian tulis Kepala BPJN Babel, Dadi Muradi, dalam SW-nya, Selasa (28/03/2023). Diketahui, komitmen BPJN Babel dan jajaran dalam penyiapan jalur-jalur utama, baik bagi kelancaran dan kenyamanan transportasi publik maupun barang/jasa selama ini tak perlu diragukan lagi. Hal itu tergambar dengan jelas dari kualitas jalan dan jembatan nasional yang sem...

Petaka Jalan Rusak Minim Rambu

Gambar
Catatan Redaksi DALAM beberapa hari belakangan ini, publik disuguhkan berita tentang kecelakaan akibat jalan rusak yang tidak ditandai dengan rambu-rambu peringatan. Konyolnya lagi, rambu peringatan bahkan tidak dipasang pada bagian jalan yang sudah dikeruk untuk ditambal. Seperti yang di alami Marko Simbolon (14), salah satu siswa SMP yang merupakan warga Desa Perbulan, Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Marko mengalami patah tulang kaki akibat mengalami kecelakaan tunggal di jalan nasional Medan-Kutacane. Informasi dari keluarga dan warga sekitar, Marko mengalami kecelakaan murni karena jalan berlubang. Ironisnya, lubang yang menyebabkan Marko celaka merupakan hasil kerukan dari pihak penyelenggara jalan nasional di Sumut untuk rencana perbaikan. Meski sudah sudah dikeruk sejak dua minggu, namun lubang itu tak kunjung ditambal, hingga akhirnya menjadi petaka bagi Marko. Jalan nasional yang menyebabkan Marko celaka, disebut-sebut menjadi tanggungjaw...

Pengendara Celaka di Jalan Nasional Padang-Painan-Kambang

Gambar
BARAK, (Sumbar)- Perbaikan jalan mestinya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengendara. Namun tidak demikian dengan rehab jalan nasional Padang-Painan-Kambang di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Lantaran minim rambu-rambu peringatan, pengendara justeru mengalami kecelakaan tunggal di jalan nasional yang menjadi kewenangan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar tersebut. Defri Putra (45), mengaku menjadi korban celaka bersama anaknya saat melintas di jalan yang masih dalam proses perbaikan. Peristiwa itu di alaminya dilokasi pengerjaan rehab jalan di kawasan Nagari Taluak, Kecamatan Batang Kapas, Selasa (21/03/2023) kemarin. "Saya tidak tahu kondisi jalan, jadinya rem mendadak, dan ban motorpun slip. Akhirnya kami terjatuh," terangnya dicatat klikpositif, Rabu (22/03/2023) kemarin. Defri mengaku tidak mendapati adanya rambu-rambu peringatan dilokasi pekerjaan berlangsung. "Gak nampak rambu-rambu, jadi rem memdadak karena...

Isteri Hedon: Jejak Sekda Riau Mantan Inspektur II Itjen Kemen PUPR Dilacak

Gambar
Catatan Redaksi DALAM pandangan keilmuan, ada isteri yang membawa sang suami menuju kebahagiaan yang hakiki, namun tak jarang ada pula yang menyeret suaminya menuju jurang kehancuran. Dalam beberapa kasus yang belakangan menghebohkan jagad maya, semakin jelas-lah jika gaya hidup hedon (glamor) seorang isteri mampu menyeret suaminya menuju jantung neraka. Sebut saja isteri Sekda Riau, SF Hariyanto. Gegara kebiasaannya memamerkan gaya hedon di akun medsos, seketika ia bersama sang suami pun menjadi perbincangan hangat bagi warganet. Bagaimana tidak, style fashion yang memamerkan pakaian ternama seperti hermes hingga gucci saat berlibur ke benua eropa, membuat publik bertanya-tanya, bagaimana mungkin keluarga pejabat negara sampai hati memamerkan gaya hidup hedonisme ditengah rakyat yang masih hidup dalam keterbatasan. Meskipun sang Sekda telah membantah dengan mengatakan barang-barang branded yang dipakai isterinya hanyalah barang "KW" yang dibeli di kawasan Mangga Dua, Jakarta...

PT KPC Menambang Terlalu Dekat Dengan Jalan Nasional

Gambar
BARAK, (Kaltim)- Kimisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menilai, kegiatan pertambangan batu bara yang dilakukan PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur terlalu dekat dengan badan jalan nasional. "Kerusakan jalan dilokasi tersebut disebabkan aktivitas pertambangan batu bara yang dilakukan PT KPC," ujar Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sutomo Jabir. Ia menjelaskan, kegiatan galian yang terlalu dekat dengan badan jalan, menyebabkan jalan menjadi labil, dan mudah longsor. Diketahui, Selasa (14/03'2023), Komisi III DPRD bersama pejabat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, meninjau langsung kondisi jalan yang rusak akibat kegiatan pertambangan. Dari hasil tinjauan itu didapati fakta yang menunjukan, bahwa aktivitas pertambangan yang dilakukan PT KPC lokasinya dekat sekali dengan badan jalan. "Kegiatan peledakan maupun galian yang terlalu dekat dengan jalan, membuat badan jalan jadi rawan longsor," ungkapnya disitat n...

Kapan Para Pejabat BPJT Dicopot...?

Gambar
5 Plus 1 BARAK, (Jakarta)- Gaung permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar 5 (lima) Pejabat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang merangkap jabatan sebagai Komisaris di Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), hingga kini masih menggema. Diketahui, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono sudah menyetujui pencopotan 5 pejabat rangkap jabatan tersebut. "Ada lima orang BPJT yang ternyata rangkap jabatan di BUJT. Pak Menteri sudah setuju, kelimanya dicopot semua," ujar Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, Kepada wartawan di Jakarta, Kamis (09/03/2023) lalu. Kelima pejabat BPJT yang disinyalir rangkap jabatan sebagai Komisaris di Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) itu terdiri dari Kontjahjo Pamboedi anggota BPJT dari unsur profesi yang merangkap jabatan sebagai Komisaris di PT Jasamarga Related Business, Eka Pria Anas anggota BPJT dari unsur Akademisi yang juga menjadi Komisaris di PT Citra Marga Nusapala Persada, dan Mahbullah Nurdin Plh. Anggota BPJT dari unsur Kement...