Postingan

Jalan Jamin Ginting Terprogram di 2023

Gambar
BARAK, (Sumut)- Tuntutan warga Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), agar Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut segera memperbaiki kerusakan pada ruas jalan nasional Jamin Ginting, akhirnya mendapat titik terang. "Untuk ruas Medan-Berastagi sudah terprogram di TA 2023. Dananya sudah tersedia," ungkap PPK Medan-Berastagi pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Provinsi Sumut, Faisal, kepada infobarak, Senin (30/01/2023). Dana yang tersedia, lanjutnya, untuk merupakan dana preservasi ruas Batas Kota Medan-Batas Kabupaten Karo (Medan-Berastagi) Seksi I, dan Batas Kabupaten Karo-Berastagi (Medan-Berastagi) Seksi II. "Jalannya akan diperlebar dan perkerasan bahu kanan-kiri, sehingga badan dan bahu jalan menjadi 10 meter," ujarnya. Untuk pelaksanaannya sendiri, katanya, saat ini masih dalam proses review perhitungan biaya. "Mudah-mudahan bulan Pebruari sudah kelar, dan awal Maret sudah lelang,...

Jalan Nasional Jamin Ginting Makin Rusak

Gambar
BARAK, (Sumut)- Kerusakan yang terjadi pada ruas jalan nasional Jamin Ginting, utamanya mulai dari Simpang Tuntungan hingga Desa Tiang Layar, di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kini semakin parah. Perbaikan yang dilakukan pihak Satker/PPK terkait pada TA 2022 dinilai belum maksimal. Kondisi jalan yang berlubang, kerap menimbulkan kemacetan panjang setiap harinya. Menurut warga Pancur Batu, kerusakan jalan didaerah tersebut sudah terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu. Warga pun menyesalkan jalan yang menjadi jalur pariwisata itu seakan luput dari perhatian serius pemerintah pusat. Padahal jalan Jamin Ginting merupakan jalan nasional. "Dikawasan Sibolangit diaspal dan diperlebar hingga mulus. Tapi di Pancur Batu seakan dibiarkan tetap rusak. Kami heran dengan sikap jajaran Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut. Padahal kerusakan jalan didaerah kami cukup parah," ujar salah seorang warga bermarga Ginting layaknya di...

Ada Mata Air, Jalan Nasional Gunungkidul Segera Ditangani

Gambar
BARAK, (DIY)- Kerusakan yang terjadi pada ruas jalan nasional Yogya-Wonosari, tepatnya di sekitaran kawasan Patuk, Gunungkidul, dipastikan lantaran adanya sumber air yang berada persis dibawah permukaan jalan. Meski demikian, kerusakan itu akan segera diperbaiki secara permanen oleh Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas PUPRKP Gunungkidul, Irawan Jatmiko. Menurutnya, dilokasi tersebut sudah beberapa kali diperbaiki, namun tetap saja kembali mengalami kerusakan. "Itu lantaran adanya aliran air dibawah permukaan jalan, sehingga membuat lapisan aspal kerap mengelupas, dan jalan jadi bergelombang," ujarnya. Karenanya, tahun ini pihak Balai akan melakukan penanganan secara permanen, karena jalan tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat. "Rencananya tahun ini akan dilakukan penanganan permanen. Saat ini masih dalam kajian, agar konstruksi ja...

Atasi Odol: DPR Minta DJBM Koordinasi Dengan Kemenhub & Kakorlantas

Gambar
BARAK, (Jakarta)- Komisi V DPR-RI meminta Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian PUPR, agar berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kakorlantas Polri untuk mengatasi persoalan kerusakan jalan nasional akibar kendaraan angkutan yang melebihi kapasitas atau Over Dimension Over Load (Odol), termasuk angkutan pertambangan maupun perkebunan. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, Ridwan Bae dalam kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DJBM, Ditjen Cipta Karya, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR, dan Kepala BPIW Kementerian PUPR, digedung Nusantara DPR-RI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/01/2023). Sebelumnya, saat rapat berlangsung, Anggota Komisi V, Bakrie, menyorot besarnya anggaran yang harus dikeluarkan negara, yakni sebesar Rp 1,2 triliun untuk membenahi ratusan kilometer jalan rusak akibat angkutan batu bara di Provinsi Jambi. Besaran pengeluaran itu tidak sebanding dengan penerimaan negara dari hasil tambang yang hanya sekitar Rp 500 mili...

Penanganan Pantura Jateng Rampung Awal 2024

Gambar
BARAK, (Jateng)- Penanganan ruas jalan nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah (Jateng) dipastikan bisa rampung pada awal TA 2024. Hal itu diungkapkan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jateng-DIY, Wida Nurfaida. "Target baru kami usulkan, sebenarnya dari ke-7 paket itu, sampai sekarang Rembang-Buluh masih dalam proses lelang. Mestinya sih semua rampung pada awal 2024," ujarnya. Dijelaskannya, paket-paket diluar pembiayaan menggunakan dana yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), antara lain paket Lingkar Tegal Km 164+250 - 164+620, Lingkar Brebes Km 164+620 - 165+240, arah Slamet Riyadi-Bayang Km 9+450, Sudirman Batang arah Kendal, dan Lingkar Kendal. "Dari 7 paket SBSN, 5 paket diantaranya sudah terkontrak di akhir Desember 2022. Untuk Rembang-Buluh sudah lelang," jelas Wida layaknya dilansir tribunjateng, Selasa (24/01/2023). Sementara terkait penanganan kerusakan akibat cuaca ekstrem, pihaknya sudah mengusulkan ke pusat. Begitu p...

Jadi Pemberhentian Kendaraan Berat, Jalan di Sungai Buluh Jadi Rusak

Gambar
BARAK, (Kalsel)- Efek dari masih berkeliarannya kendaraan-kendaraan truk angkutan berat (Over Dimension Over Load- Odol), benar-benar menguras keuangan negara. Salah satu contohnya, jalan nasional di Sungai Buluh, Kalimantan Selatan (Selatan) yang baru saja selesai di bangun, kembali mengalami kerusakan dalam waktu yang sangat singkat. Jalan itu mengalami retak-retak dan ambles akibat menjadi tempat pemberhentian truk-truk kontainer bermuatan berat. "Waktu pekerjaan baru selesai dilakukan, dilokasi itu menjadi tempat pemberhentian sementara kendaraan angkutan berat. Itulah yang menyebabkan jalan jadi rusak lagi," ujar PPK pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Kalsel, Shalafuddin, Selasa (24/01/2023). Via pesan WhatsApp, ia juga menjelaskan, jika dilokasi yang mengalami kerusakan merupakan daerah rawa. "Disitu daerah rawa yang tanahnya lembek. Dalam keadaan aspalnya baru, terus dilindas roda kendaraan berat yang parkir, jadinya rusak lagi,"...

Baru Sebulan, Jalan Nasional Sungai Buluh Rusak Lagi

Gambar
BARAK, (Kalsel)- Kualitas konstruksi jalan nasional di Sungai Buluh dipertanyakan. Pasalnya, aspal jalan yang baru berusia satu bulan itu kembali mengalami kerusakan. Panrauan media di lapangan, keretakan aspal terjadi di beberapa titik, dan bahu jalan pun menunjukan tanda-tanda akan ambles. Sebelumnya, jalan nasional Sungai Buluh mengalami kerusakan cukup parah seperti berlubang dan bergelombang. Karenanya, pihak Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II dibawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai merehab konstruksi jalan sejak Juni hingga Desember 2022. Hanya saja, aspal yang digelar tak begitu kuat hingga terjadi kerusaka. Dibeberapa titik kerusakan dini itu sudah ditambal, namun ada pula yang belum. "Kondisi ini membahayakan pengendara. Terlebih dengan minimnya penerangan saat malam hari," ujar Saipullah, salah seorang warga Sungai Buluh, Minggu (22/01/2022). Rusaknya jalan yang baru saja direhab itu dipertanyakan. "Pada...