Postingan

PPK & Kontraktor Bantah Kualitas Preservasi Jalan Nasional di NTT Tak Sesuai Spesifikasi

Gambar
Material Drainase Pakai Batu Putih BARAK, (NTT)- Dua pekerjaan preservasi pada ruas jalan nasional di kawasan Kota Waingapu dan diwilayah Kambera serta di Waikabubak Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang semula diduga tidak sesuai spesifikasi oleh warga, dibantah oleh PPK maupun kontraktor pelaksananya. Menanggapi keluhan warga terkait kualitas pekerjaan preservasi jalan diwilayah Kota Waingapu dan di Kecamatan Kambera, Kab Sumba Timur, PPK 1.4 Batas Kabupaten Sumba Timur - Waingapu pada Satker PJN Wilayah I Provinsi NTT, Siprianus menjelaskan, jika proyek dengan nilai kontrak lebih dari Rp 9 miliar tersebut, terdiri atas pekerjaan preservasi dan holding, yang masa pelaksanaannya hingga Desember 2021 nanti. Sementara terkait pekerjaan patching yang mengakibatkan jalan bergelombang karena terdapat penurunan setempat pada bagian pekerjaan patching baru, Siprianus mengatakan, bahwa pekerjaan masih dalam masa pemeliharaan. Jika pun terdapat kerusakan, katanya, kontraktor w...

Menakar Dampak Terputusnya Irigasi Rababaka

Gambar
Catatan Redaksi ANGGARAN APBN yang dikucurkan untuk paket Pembangunan Jaringan Irigasi Rababaka Kompleks (Area Irigasi Tanju Kanan) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) memang hanyalah sebesar Rp 6,1 miliar, ditambah anggaran Supervisi sekitar Rp 1,2 miliar. Namun dampak negatif yang ditimbulkan diperkirakan berkali lipat dari biaya konstruksi dan jasa konsultasi. Pasalnya, dengan terputusnya aliran air irigasi selama proses pekerjaan berlangsung, terlebih dengan tak kunjung selesainya pekerjaan konstruksi, berdampak pada kerugian yang sangat besar dan meluas bagi Rakyat Tani di Kabupaten Dompu, khususnya di Kecamatan Woja. Ya...,matinya aliran air, membuat Rakyat Tani lokal tak lagi dapat mengolah lahan persawahan seperti biasanya. Padi yang sudah ditanam terancam gagal panen, dan yang disemaipun tak bisa ditanam. Jika sebelum proses pekerjaan konstruksi irigasi Rababaka dilaksanakan, Rakyat Tani lokal bisa mengolah lahan persawahannya sebanyak tiga kali tanam/panen (dua kali...

Ribuan Hektar Sawah Gagal Tanam & Panen Gegara Proyek Irigasi APBN Gagal Konstruksi

Gambar
Bagian 2, (SAMBUNGAN): HPS Rp 9,6 Miliar, Terkontrak Rp 6,1 Miliar BARAK, (NTB)- Semula, dari sosialisasi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama kontraktor pelaksana, yang turut dihadiri oleh seluruh Kades dan Lurah serta petugas pengairan se-Kecamatan Woja (minus Poktan-Red), pihak BWS dan kontraktor menjanjikan tidak akan memutus aliran air irigasi secara total selama pekerjaan berlangsung. "Hanya jadwalnya saja yang diatur katanya. Namun faktanya, sejak persiapan pekerjaan dimulai, aliran air dari irigasi langsung mati total. Begitu pula konstruksi irigasi yang masih kokoh pun langsung dirobohkan. Sejak itulah lahan persawahan di So Madarutu tidak bisa lagi dikelola, baik untuk penanaman padi maupun kedelai," jelas Uba Sidik layaknya dilansir, kompas86.com, Senin (25/10/2021). Uba pun heran dengan sikap BWS maupun kontraktor yang tidak mempertanggungjawabkan janji yang diucapkannya. Diketahui dari laman LPSE Kementerian PUPR, pekerjaan konstruksi...

PJN I Banten Bangun Jembatan Gantung Kali Cisuarna

Gambar
BARAK, (Banten)- Geliat pembangunan yang digerakkan Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian PUPR tidak hanya menyasar pada infrastruktur dasar berupa jalan dan jembatan nasional skala besar, namun menyasar hingga kepelosok-pelosok desa. Seperti halnya yang dilakukan jajaran DJBM di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten di wilayah Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. PPK 1.3 pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Provinsi Banten telah merampungkan dan meresmikan pembangunan Jembatan Gantung Kali Cisuarna. Jembatan Gantung Rigid dengan bentang 60 meter simetris tersebut, menjadi kebanggaan warga Desa Curuggoong dan Desa Batukuwung, lantaran sudah lama dinanti-nantikan. Asep, salah seorang warga Batukuwung mengungkapkan, dengan adanya jembatan gantung, warga desa yang hendak melintas tidak perlu lagi susah-payah menyeberang kali. "Jembatan ini sangat manfaat bagi warga. Alhamdulillah kemarin waktu peresmian ju...

Ribuan Hektar Sawah Gagal Tanam & Panen Gegara Proyek Irigasi APBN Gagal Konstruksi

Gambar
Bagian 1: Petani Merugi Puluhan Miliar BARAK, (NTB)- Gegara kegiatan proyek pembangunan irigasi SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Nusa Tenggara I pada Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), ribuan hektar lahan sawah terancam gagal panen dan gagal tanam. Pasalnya, pekerjaan yang menelan anggaran APBN TA 2021 tersebut disinyalir bermasalah dan tak kunjung selesai. Tak hanya itu, kegiatan pekerjaan itupun memutus total aliran air yang selama ini biasa dimanfaatkan rakyat tani untuk mengairi lahan persawahan. Uba Sidik, salah seorang tokoh tani di Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, menyesalkan adanya kegiatan pembangunan irigasi yang sangat merugikan masyarakat tani di daerahnya. "Pembangunan Irigasi lanjutan itu mestinya memperlancar aliran air bagi kebutuhan persawahan warga. Namun faktanya malah terbalik. Lahan persawahan menjadi kering, dan ribuan hektar lahan sawah yang sudah ditanami padi terancam gagal panen, dan yang belum digarap pun bakal gagal ...

Pekerjaan Pengendalian Banjir Batang Sumpur Asal Jadi...?

Gambar
BARAK, (Sumbar)- Paket proyek Pengendalian Banjir Batang Sumpur, Nagari Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping diperkirakan tidak akan mencapai usia rencana. Pasalnya, pekerjaan proyek sepanjang 1.600 meter tersebut disinyalir tidak diperkuat dengan lantai kerja dan pondasi yang kuat. Kekhawatiran itu muncul, karena segment pasangan batu sama sekali tidak diperkuat dengan koporan (tapak cor'an rangka besi), melainkan pasangan batu langsung dikerjakan diatas dasar sungai. Begitu pula galian pondasinya yang sangat dangkal. "Aliran air sungai Batang Sumpur kerap meluap saat musim hujan. Kalau pasangan batunya tidak menggunakan koporan, maka tembok pengaman itu akan rubuh," ujar Ipan, salah seorang warga Nagari Jambak, layaknya dilansir reportaseinfestigasi.com. Tidak digunakannya rangka besi (koporan) pada pekerjaan yang dibiayai APBN dan merupakan kewenangan PPK Sungai dan Pantai pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Provinsi Sumbar tersebut, diakui oleh salah seorang pekerja...

Presiden Turun Jalan Berlubang Ditambal

Gambar
BARAK, (Kalsel)- Rupanya tak hanya di Kota Sorong, Papua yang menyambut kehadiran Presiden Jokowi dengan menambal jalan berlubang, namun di Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel)-pun sama. Jelang turunnya Presiden, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Banjarmasin nampak menurunkan anggotanya untuk mengecek jalan yang akan dilewati oleh iring-iringan Presiden. Terutama dari Simpang Empat menuju pabrik Biodiesel yang rencananya akan diresmikan oleh Presiden Jokowi. Didampingi Dinas PUPR Tanbu, pihak Balai mendapati setidaknya tujuh titik kerusakan yang rencananya akan langsung ditambal pada Selasa (19/10/2021) hari ini. Perwakilan dari BBPJN XI Banjarmasin, Sudiasa, dikutip banjarmasin.tribunnews.com, pihaknya bersama Dinas PUPR Tanbu memang sengaja turun untuk memantau titik-titik yang akan dilakukan penanganan. "Besok (hari ini-Red), akan langsung kita aspal titik-titik yang mengalami kerusakan dari Simpang Empat ke arah Serongga," katanya. Dipihak lain, ...